Direktorat Pendidikan Profesi Guru Bekali 27 LPTK Baru untuk Cetak Guru Profesional Berkarakter
Jakarta, 17 Desember 2025 – Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTK) melalui Direktorat Pendidikan Profesi Guru (Dit. PPG) telah sukses menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Baru Penyelenggara Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 15 s.d. 17 Desember 2025 di Millenium Hotel Sirih Jakarta.
Kegiatan pembekalan ini ditujukan bagi pimpinan dan tim pengelola dari 27 instansi/lembaga LPTK baru, termasuk universitas Nahdlatul Wathan Mataram dan institusi pendidikan guru lainnya, untuk memastikan kesiapan mereka dalam menyelenggarakan PPG Calon Guru. Setiap LPTK baru mengirimkan 4 (empat) orang perwakilan yang terdiri dari Koordinator PPG, Dosen, Guru Pamong, dan Admin IT.
Fokus Utama: Integrasi Refleksi, Praktik, dan Kepemimpinan
Pembekalan ini menekankan pada penajaman konsep dan mekanisme operasional kurikulum PPG Calon Guru yang berfokus pada pembentukan identitas profesional guru, dengan materi inti sebagai berikut:
- Orientasi PPG Calon Guru: Pemahaman mendalam tentang kurikulum, proses pembelajaran PPG, serta beban belajar dan kelompok mata kuliah, dengan memastikan mahasiswa mencapai nilai minimal B. Fokus diberikan pada bagaimana kurikulum PPG dapat membentuk karakter guru yang sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila.
- Pelaksanaan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan): Disoroti sebagai tahapan krusial. Pembekalan ini menegaskan perlunya pedoman PPL Terbimbing dan PPL Mandiri. Tahapan Bimbingan Supervisi Klinis (Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, Refleksi) wajib didampingi secara kolaboratif oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Guru Pamong (GP). DPL dan GP diimbau untuk membimbing 4-6 mahasiswa per semester, dengan siklus PPL I sebanyak 4 siklus dan PPL II sebanyak 6 siklus.
- Mata Kuliah Seminar PPG dan Projek Kepemimpinan: Kedua mata kuliah ini berfungsi strategis untuk mengintegrasikan refleksi, praktik, dan kepemimpinan.
- Seminar PPG: Memfasilitasi peserta merumuskan visi pribadi guru profesional, melakukan refleksi sistematis, dan menyusun desain pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan TPACK, HOTS, dan Pembelajaran Berdiferensiasi.
- Projek Kepemimpinan: Bertujuan mengembangkan kepemimpinan pembelajaran dan kepekaan sosial melalui Service Learning berbasis komunitas. Pelaksanaan proyek dilakukan dalam kelompok, dengan luaran berupa produk atau layanan nyata bagi komunitas.
- Pengelolaan dan Sistem Informasi (LMS): Dijelaskan pula mengenai struktur LMS (Learning Management System) GTK yang mendukung pembelajaran system Hybrid.
Semua peserta mengikuti dengan aktif kegiatan sampai selesai dan diakhiri dengan refleksi dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut di Tingkat LPTK.